[via dangerousminds]
Bagi temen-temen sekalian ini nie maksud dari istilah-istilah diatas:
Schizophrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).
Depression adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur.
Eating Disorder
adalah ketika seseorang makan, atau menolak untuk makan, dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan psikis dan bukan kebutuhan fisik. Orang tidak mendengarkan sinyal tubuh atau mungkin bahkan tidak menyadari diri mereka. Orang normal makan saat lapar dan berhenti makan ketika tubuh tidak perlu lagi, ketika ia merasa sinyal kepuasan.
Gangguan makan biasanya diklasifikasikan sebagai anorexia nervosa, bulimia nervosa or binge eating disorder disesuaikan dengan gejala. Namun, seseorang mungkin memiliki eating disorder tanpa harus persis dengan salah satu kategori.
Mereka yang menurunkan berat badan karena sakit, misalnya, kanker, tidak dianggap memiliki gangguan makan.
Gangguan makan biasanya diklasifikasikan sebagai anorexia nervosa, bulimia nervosa or binge eating disorder disesuaikan dengan gejala. Namun, seseorang mungkin memiliki eating disorder tanpa harus persis dengan salah satu kategori.
Mereka yang menurunkan berat badan karena sakit, misalnya, kanker, tidak dianggap memiliki gangguan makan.
Anxiety ialah kondisi psikis dalam ketakutan dan kecemasan yang kronis, sungguhpun tidak ada rangsangan yang spesifik. Ada saja yang mencemaskan hatinya; dan hampir setiap peristiwa menjadi sebab timbulnya rasa cemas dan takut.
OCD (Obsessive Compulsive Disorder) adalah jenis gangguan kecemasan di mana seseorang
memiliki pikiran dan ketakutan yang tidak masuk akal (obsesi) yang menuntun
untuk tmelakukan sesuatu secara berulang-ulang. Dengan
obsesif-kompulsif, penderita mungkin menyadari bahwa obsesinya tidak masuk akal,
dan mencoba untuk mengabaikan atau menghentikan obsesi tersebut. Tapi
itu justru meningkatkan tekanan dan kecemasan. Pada akhirnya, penderita
disesatkan untuk melakukan tindakan kompulsif dalam upaya untuk meringankan
penderitaan. Obsesif-kompulsif sering kali punya obsesi aneh seperti
takut mendapatkan terkontaminasi oleh kuman. Untuk menghindari ketakutan akan
terkontaminasi bakteri tertentu, penderita terus mencuci taangan mereka sampai
sakit dan pecah-pecah. Meskipun penderita sudah berusaha keras, pikiran
obsesif-kompulsif terus datang kembali. Hingga akhirnya obsesi tersebut
mengendalikan pikiran yang menarah pada perilaku perilaku ritualistik.
Penyebab obsesif-kompulsif tidak sepenuhnya dipahami. Teori utama
tentang penyebab ini menyatakan bahwa OCD berkaitan dengan idiologi, lingkungan,
serotonin, dan radang tenggorokan
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan
perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik
anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung
berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak
bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang
tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain
sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka
membuat keributan.
Narcissism adalah istilah dengan berbagai arti, tergantung pada apakah itu digunakan untuk menggambarkan konsep sentral dari teori psikoanalitik, penyakit
mental, masalah sosial atau budaya, atau hanya ciri
kepribadian. Kecuali dalam arti primary narcissism atau healthy self-love, "narsisisme" biasanya digunakan untuk
menggambarkan beberapa jenis masalah dalam hubungan seseorang atau kelompok dengan diri
dan orang lain. Dalam bahasa sehari-hari, "narsisisme"
sering berarti egoisme, kesombongan, keangkuhan, atau keegoisan sederhana. Diterapkan pada kelompok sosial, kadang-kadang digunakan untuk menunjukkan elitisme atau ketidakpedulian kepada penderitaan orang lain. Dalam psikologi, istilah ini digunakan untuk menggambarkan baik normal cinta-diri dan tidak sehat penyerapan diri karena gangguan dalam arti diri.
No comments:
Post a Comment